a Note from me

Perkataan dapat menyebabkan keajaiban, tetapi juga dapat menyebabkan kesalahan besar. Apa yang kita katakan menentukan kedudukan kita. Jika kita memperkatakan kegagalan, kekalahan, kekuatiran, ketidakpercayaan maka itulah yang terjadi. Tetapi sebaliknya jika kita memperkatakan keberhasilan, kemenangan, kebahagiaan, maka itulah yang terjadi dalam hidup kita.
PIKIRKANLAH DAN PERKATAKANLAH.

Jumat, 09 November 2012

APAKAH TIDAK ADA CARA LAIN, TUHAN?

Dalam beberapa hari ini saya banyak belajar tentang hal-hal yang di luar dugaan saya. Saya banyak melihat pelajaran-pelajaran berharga yang membuat mataku terbuka. Saya akan menceritakan sedikit kisah nyata dari kehidupan seseorang, katakanlah namanya Rheina.

Ibu Rheina ini seorang ibu rumah tangga, mempunyai seorang suami dan seorang anak laki-laki berumur 14 tahun yang sangat dia kasihi. Kehidupan mereka sangat bahagia dan mereka adalah keluarga yang sangat mencintai Tuhan. Tiba-tiba badai mulai menerpa kehidupan mereka. Pekerjaan suami nya mulai tergoncang. Mereka akhirnya pindah ke luar kota Jakarta dan mengontrak rumah yang sederhana. Tidak berapa lama akhirnya suaminya meninggal karena sakit jantung. 6 bulan kemudian setelah suaminya meninggal, Ibu Rheina didiagnosa oleh dokter mengidap kanker usus. Karena keuangan mereka terbatas, pengobatan untuk penyakit kanker ini tidak dilanjutkan, hanya sekedar mengkonsumsi obat-obat tradisional dan menjaga makanan saja. Ketika sedang merasakan sakit yang tak tertahankan , baru ibu ini dibawa ke dokter dan dirawat beberapa hari.

Sementara ditengah-tengah sakit yang diderita ibu ini, ia tetap melanjutkan hidupnya dan menyekolahkan anaknya dari belaskasihan saudara, keluarga, teman-teman gereja, tetangga dan kenalan lain. Teman-teman gereja dan persekutuan seringkali datang mengunjungi, mendoakan, menguatkan, menyediakan dan menolong ibu Rheina ini. Tetapi malang tak dapat ditolak, keadaan ibu ini tidak membaik, setahun kemudian, akhirnya diapun meninggal dengan keadaan yang sangat menyedihkan sekali, sangat kurus karena digerogoti penyakit kanker ganas yang dideritanya.

Ketika mendoakan dan menyerahkan ibu Rheina ini di jam-jam terakhir hidupnya, saya bertanya kepada Tuhan kenapa Ibu ini mengalami hal yang sangat mengenaskan ini? Jujur saya tidak tahan melihatnya. Sebenarnya Tuhan memang berdaulat melakukan apa saja kepada ciptaan-Nya. Tetapi mengapa begitu menyedihkan? Sepertinya tidak ada pertolongan. Saya melihat sebenarnya dia sangat berat melepaskan anaknya, yang sepeninggal dia, akhirnya anaknya akan sebatang kara. Sepertinya dia sedang berkata, "Apakah tidak ada cara lain, Tuhan?"

Akhirnya dengan lembut kami menaikkan pujian ini kepada Tuhan: 
  1. Berserah kepada Yesus
    tubuh, roh, dan jiwaku;
    Hanya ini yang kurindu menyenangkan hatiMU

  2. Aku berserah, aku berserah;
    Pada Yesus, Jurus’lamat,
    aku berserah!

  3. Berserah kepada Yesus
    di kakiNya ‘ku sujud.
    Nikmat dunia kutinggalkan;
    Tuhan, t’rima anakMU    
 Saya pun memanggil anaknya supaya berbicara kepada mamanya. Dia hanya menangis dan berkata "Koko  rela Mih, Mamih pasti tenang di rumah Bapa, jangan kuatirkan Koko, Koko pasti akan Tuhan pelihara" dan anaknya kemudian lari keluar kamar supaya mamanya tidak mengetahui tangisan dan kesedihannya.

Dan Tiba-tiba Tuhan mulai memberikan pengertian yang baru dalam roh saya. "Bukan kah Aku yang menyediakan pertolongan baginya? Bukankah AKU yang menggerakkan orang-orang supaya memberikan uang, tenaga, pikiran, waktu bagi dia? AKU bahkan mengajari dia dan orang-orang supaya sabar, tekun dan percaya akan janji-janjiKU, tetap mengucap syukur ketika berbeban berat, ketika menanggung sakit yang tak kunjung sembuh. Tetap mau mengasihi dan melayani, meski keadaan tidak membaik...

Thank You banget Tuhan Yesus...

Dan kemudian saya melihat keadaan anaknya, inipun satu pelajaran yang sangat luar biasa bagi saya. Anaknya bisa bertahan dalam dua tahun ini menghadapi situasi yang seperti ini. Keluarga besarnya tidak banyak yang perduli. Meski dia berharap dari belas kasihan orang-orang, tidak sekalipun dari mulutnya untuk meminta-minta. Dia yang menolong mengganti pampers mamanya, memasak makanan  dan menyuapi mamanya. Ketika mamanya meninggal, dia yang masih duduk di kelas 10, terlihat tegar dengan senyuman yang sangat ramah dan manis sambil berkata "Ini yang terbaik buat mama saya." Lalu dengan kedewasaannya ia mengatur semua proses mulai dari memanggil ambulans, ke rumah sakit, hingga ke rumah duka. Diapun mengurus semua surat-surat dari kelurahan yang diperlukan, bahkan memutuskan untuk memilih peti jenazah yang terbaik buat mamanya, memilihkan baju yang dipakai mamanya sampai ke pemakaman tempat peristirahatan terakhir mamanya.

Kalau saya melihat diri saya, dan melihat anak-anak saya, ketika diperhadapkan dengan keadaan yang seperti itu, apakah mereka akan bisa melakukan sebaik yang anak ini lakukan kepada mamanya? Saya sangat meragukan mereka bisa. Tetapi kembali Tuhan ingatkan di 1 Korintus 10:13,

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya."

Saya tau Tuhan punya kedaulatan penuh kepada semua orang. Dan anak ibu Rheina ini adalah orang yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk menanggung perkara-perkara yang seperti ini, yang akan membuat dia menjadi orang yang tangguh dan tahan uji di hari-hari selanjutnya.  Yang menjadikan dia pribadi yang spesial di mata Tuhan.

Dan kalian tau nggak, saya mendengar orang-orang kemudian menawarkan untuk mengangkat anak, atau menampung dia dan menyekolahkan dia... Wow dahsyat banget Tuhan Yesus yang kita sembah bukan??

Praise The Lord.

Dedicated to Samuel.. :)

Selasa, 02 Oktober 2012

Puji-pujian Tertinggi Bagi Allah

James Goll: Puji-pujian Tertinggi Bagi Allah (Jan 8, 2012)

Perkenalan
I Sam. 4:5-8a menggambarkan reaksi bangsa Israel dan bangsa Filistin saat “Tabut Allah” dibawa masuk ke dalam perkemahan orang Ibrani.
Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: “Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?” Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu, ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: “Allah mereka telah datang ke perkemahan itu,” dan mereka berkata: “Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu. Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini?” I Samuel 4:5-8a)
Saat Tabut Allah, simbol dari manifestasi hadirat Allah, dimasukkan kembali ke dalam perkemahan, respon yang luar biasa pun muncul. Semua orang Israel bersorak dengan suara nyaring. Hal ini menimbulkan ketakutan yang amat sangat di antara musuh karena mereka mengakui bahwa Allah hadir di tengah-tengah mereka.
Maka, di jaman kita, saat manifestasi hadirat Allah dikembalikan ke dalam Gereja, reaksi dan respon yang tidak biasa muncul. Puji-pujian yang nyaring, doa syafaat yang militan, berperang dengan karunia bahasa roh, mengerang, berteriak, dan bahkan tertawa. Mzm. 47:5a menyatakan bahwa “Berbahagialah mereka yang tahu bersorak-sorai, ya TUHAN!” Saat ini kita hidup di masa dimana suara kelepasan dalam doa syafaat muncul.
Secara profetik, saya berkata, “Suara kelepasan baru saja dimulai. Gelombang Roh yang baru ini akan semakin menggelora dengan hebatnya, dan suara peperangan akan terdengar kembali di Gereja.” Dengan kata lain, “Tetaplah di tempat duduk anda; anda belum mendengar apa-apa!”
Puji-pujian Tertinggi Bagi Allah

A. Pintu Masuk Menuju HadiratNya
1. Mzm. 100:4, “Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian, bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!”
2. Saat anda masuk dalam puji-pujian, renungkan segala kebutuhan anda yang telah Allah sediakan bagi anda melalui darah Yesus (lihat Ibr. 10:19; 12:24).

B. Pujilah Allah Atas Siapa Ia Sebenarnya!
1. Sumber sukacita adalah Roh Kudus yang mengaktivasi jiwa/roh anda untuk mengekspresikan persetujuan dan penghormatan akan kebesaran Allah.
a. Mzm. 51:15: Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
b. Psalm 119:164: Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.
2. Saat anda mulai memuji Allah, roh dan jiwa anda akan naik ke tingkat kegembiraan dan sukacita yang lebih tinggi lagi. Anda akan semakin mendapat pewahyuan akan SIAPA DIA SEBENARNYA! Lalu anda akan mendapati iman di dalam diri anda bangkit dan berseru, “Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu (Tuhan)!” (Yer. 32:17b)

C. Mengucap syukurlah padaNya atas apa yang telah diperbuatNya bagi anda (dan atas apa yang akan terus diperbuatNya bagi anda)
1. Mengucap syukur membangkitkan kasih anda bagi Allah, saat anda mengakui bahwa anda adalah anakNya.
2. Mengucap syukurlah padaNya karena Ia telah memberi pemberian yang terbaik dan sempurna bagi anda (Yak. 1:17).
3. Responi Allah dengan sukacita atas kebaikan dan jalan-jalanNya atas hidup anda.
a. Ams. 3:6: Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
b. Mzm. 116:12,17: Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? …Aku akan mempersembahkan korban syuku kepada-Mu…

D. Tujuh Kata-kata Dalam Bahasa Ibrani
1. Towdah – Korban pengucapan syukur atau puji-pujian; untuk memberikan ucapan syukur atau puji-pujian. Mzm. 42:4; 100:4.
2. Yadah – Untuk melemparkan, melambungkan, atau membuang; menyerahkan; mengangkat tangan ke udara. Mzm. 67:3; 107:8, 15, 21, 31.
3. Barak – Untuk memberkati, mengucap syukur dan memuji Allah karena Ia telah memberi dari segala kelimpahanNya; untuk memberkati sebagai suatu tindakan penghormatan, untuk memberkati. Mzm. 31:21; 63:4; 95:6.
4. Halal – Untuk menunjukkan atau membanggakan, menarik perhatian dengan hebohnya, menjalani dengan cara yang heboh atau mengoceh, menari, merayakan. Mzm. 56:4; 150:1-2.
5. Zamar – Merayakan dengan memakai instrumen, memuji Allah dengan memainkan instrumen dengan mahir, memainkan senar dengan jari. Mzm. 21:13; 33:2; 98:4.
6. Tehillah – Perintah yang mendesak untuk menyembah Yehova. Mazmur atau himne, oleh paduan suara, dengan menyanyi dan kata-kata yang ekspresif; perayaan yang meriah. Mzm. 22:3,25; 33:1; 35:28.
7. Shabach – Untuk memuji, menanggapi, menenangkan, diam; penghormatan terhadap kuasa, kemuliaan, dan kekudusan Allah; untuk menyembah Allah karena tindakan-tindakanNya yang berkuasa; untuk meraih kemenangan dengan suara nyang nyaring. Mzm. 63:3; 117:1; 147:12.

E. Contoh-contoh Ekspresi Jasmani Melalui Puji-pujian
1. Saat anda bertepuk tangan dan menghentakkan kaki, anda menggambarkan kegembiraan anda (2 Raj. 11:12; Mzm. 98:8; Yes. 55:12; Rat. 2:15; Yeh. 6:11).
2. Saat anda berdiri, berbaris, atau berjalan, anda menggambarkan kesiapan untuk melayani atau untuk pergi (Kej. 13:17; Ul. 11:22-25; Yos. 1:15; Mzm. 68:7-8).
3. Saat anda mengangkat tangan anda, anda sedang menyembah dan berserah kepada Allah (Kel. 17:8-16; 1 Raj. 8:22-24; Mzm. 28:2; 63:3-4; 134:2; 141:2; Luk. 24:50-51; 1 Tim. 2:8; Ibr. 12:12).
4. Saat anda menari, anda mengekspresikan sukacita yang besar (1 Sam. 18:6-7; Mzm. 30:11; 149:3; Yer. 31:13; Luk. 15:11-24).
5. Saat anda menari, anda mengekspresikan sukacita hati anda (Mzm. 68:25; 100:2; 108:1; Ams. 29:6; Yes. 26:19; 65:13-14; Yer. 31:7; Zak. 2:10; 1 Kor. 14:15; Yak. 5:13; Why. 15:3).
6. Saat anda memainkan alat musik dengan mahir, anda sedang menunjukkan penghormatan (1 Sam. 16:23; 18:67; 2 Taw. 5:13-14; 34:12; Mzm. 33:3).
7. Saat anda bersujud (jatuh tersungkur sebagai tanda penghormatan kepada Allah), anda menggambarkan emosi yang mendalam dan penyerahan diri yang total kepada Allah (Mzm. 72:11; Yes. 45:14).
8. Saat anda berlutut, anda menggambarkan kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Allah (2 Taw. 6:13; Mat. 17:14; Mrk. 1:40). Berlutut adalah tanda meminta belas kasihan (Luk. 22:41; Kis. 9:40; 21:5).
9. Saat anda duduk atau hening, anda menunjukkan rasa tenang dan kepercayaan kepada Allah (Kel. 14:14; Yos. 6:10; Ay. 2:13; Ams. 13:3; 17:27; Amos 5:13; Mat. 8:4; 12:16; 27:14; Luk. 23:9; Yoh. 8:6).

F. Apa yang Dapat Dilakukan Oleh Puji-pujian Kita yang Dahsyat?
1. Puji-pujian memberkati Allah (Mzm. 66:8; Luk. 24:52-53).
2. Puji-pujian membawa anda masuk ke dalam hadiratNya dan menarik anda mendekat kepadaNya (Mzm. 100:4).
3. Puji-pujian membuka pintu-pintu dan meratakan jalan-jalan yang bergelombang (Yes. 60:18; Kis. 16:25-26).
4. Puji-pujian mengalahkan iblis (Mzm. 149:5-9; 2 Raj. 11:13-14).
5. Puji-pujian membawa kebangkitan (2 Taw. 31:2; 34:12; Mzm. 107:32).
6. Puji-pujian menjaga anda tetap bahagia dan memberi anda sukacita (Yes. 61:1-3; Kis. 2:45-47).

Edited From Siska Purnama's weblog

Jumat, 07 September 2012

AYIN GIMEL 5773

Ayin Gimel - 5773: Benefits

"Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya (Benefits / Ghemool)! Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali." - Mazmur 103:1-5


Meninggalkan tahun Ayin Beth 5772 dan memasuki tahun Ayin Gimel 5773 (16 September 2012 - 4 September 2013), kita diminta untuk mengingat segala kebaikan-Nya terlepas dari apapun masalah dan pergumulan yang sedang kita hadapi saat ini. 

Kebaikan-Nya - #1: Mengampuni bahkan segala kelemahan kita, sementara Iblis terus mendakwa kita.

Kebaikan-Nya - #2: Memulihkan / Menyembuhkan

Kebaikan-Nya - #3: Menebus segala hutang dosa

Kebaikan-Nya - #4: Memahkotai, mendandani, menjadikan indah

Kebaikan-Nya - #5: Memuaskan hasrat, baik kebutuhan maupun keinginan sesuai dengan pribadi masing-masing.

"Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah." - 1 Korintus 1:25-29

Inilah janji Tuhan kepada Gereja, bahwa kita dipilih hanya untuk menampilkan kemuliaan-Nya sehingga Allah terpandang di suluruh bumi.

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan (Benefits / Ghemool) bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." - Roma 8:28

Dan inilah jaminan bagi kita memasuki 5773 dan 2013 nanti. Haleluya!
By. Pdt. Petrus Agung Purnomo

Rabu, 05 September 2012

PROFETIC JOURNEY-1

Shalom dearest bloggers...

Lama sekali tidak menyambangi blog saya ini...berhubung kesibukan yang luar biasa, tapi juga karena kami tidak berlangganan internet lagi di rumah..hehe..Ini juga baru disambungin kembali internetnya..
Nah, karena aku dan suami baru saja pulang dari Tanah Perjanjian, saya rindu membagi oleh-oleh dulu buat teman-teman semua...mau..mau..mau??? Haha...tapi yang sisa tinggal foto-foto dan cerita, tetap mau kan??

Tanggal 6-14 Agustus 2012, kami mengadakan Profetic Journey ke Israel dan Turki, dipimpin oleh gembala kami sendiri, Bpk. Pdt. Pieter Faraknimella dan Ibu Kristina. Dinamakan Profetic Journey, karena berdekatan dengan peringatan hari Proklamasi Indonesia, tgl 17 Agustus. Kerinduan kami, kami berdoa secara khusus bagi Indonesia di Tanah Perjanjian. Berdoa di setiap tempat yang kami kunjungi supaya berkat atas Indonesia juga tercurah. Perjalanan kali ini juga direncanakan agak mendadak. Sekitar awal bulan Mei mulai di-sounding, saya segera tergerak untuk ikut. Lalu saya mengajak suami eh.. ternyata gayung bersambut, suami pun setuju untuk ikut. Dan saya sangat senang suami saya ikut, karena dalam rombongan kami yang berjumlah 75 orang, banyak juga yang berangkat tanpa pasangannya.

Tiba saatnya keberangkatan hari Senin malam. Setelah hampir 20 jam perjalanan berikut transit, akhirnya kami tiba di bandara Ben Gurion di Tel Aviv hari Selasa sore. Ini perjalanan saya yang kedua ke Tanah Perjanjian. Ketika pertama kali, 5 tahun yang lalu, kami melewati Mesir dulu baru masuk Israel. Rasa haru tiba-tiba menyergap begitu menginjakkan kaki kembali di Tanah Perjanjian. "O betapa rindunya aku akan rumahMu.." batinku.

Malam pertama menginap di Rimonim Hotel, Tiberias, kami mengadakan pertemuan doa, untuk persiapan perjalanan esok hari. Di doa itu, saya ingat janji Tuhan untuk menyembuhkan kaki saya begitu menginjak Tanah perjanjian. Oya, saya mau cerita sedikit, bahwa 7 hari sebelum keberangkatan, saya kecelakaan, hampir keserempet mobil. Untuk menghindar saya ngerem mendadak, akhirnya saya jatuh dengan posisi kaki kanan ketekuk sambil ketindihan motor dan lecet-lecet di kaki kanan saya. Sakitnya luar biasa. Dalam hati saya pikir iblis coba gagalkan perjalanan saya ke Israel ini. Tapi saya tidak mau menyerah, saya percaya Tuhan yang saya sembah sanggup sembuhkan saya dengan segera. Tanpa banyak mengeluh kepada orang lain, saya tetap bisa berjalan meski dengan rasa sakit dan ngilu. Cuma Tuhan janji mau sembuhkan saya begitu menginjak Tanah Perjanjian. Nah malamnya saya tagih janji Tuhan, "Ini sudah di Tiberias Tuhan, tapi kok masih sakit kaki kanannya?" Tiba-tiba Tuhan jawab, "Cukuplah kasih karuniaku bagimu..Justru dalam kelemahanmu kuasaKu menjadi sempurna. Pada saat kamu merasakan sakit yang hanya seketika ini, kamu mulai ingat untuk mendoakan Indonesia." Saya hanya bisa menangis dan mengucapkan terima kasih. Kemudian kami semua mulai didoakan dan beberapa jemaat mendapat babtisan Roh Kudus dan berbahasa Roh.

Esok harinya, kami memulai perjalanan ke Sungai Jordan tempat Yesus dibabtis oleh Yohanes Pembabtis, untuk membabtis 9 orang jemaat yang belum menerima babtisan air. Karena beberapa orang bule melihat kami sementara menyembah saat acara pembabtisan itu, datanglah 8 orang dari mereka untuk dibabtiskan oleh bapak Gembala kami. Setelah babisan, kami semua masuk ke air sungai Yordan untuk sama-sama mengadakan pentahiran Naaman. Seperti yang kita ketahui, Naaman Panglima Raja Aram saat itu, ketika mengalami sakit kusta datang kepada Nabi Elisa, dan Elisa menyuruh Naaman untuk mencelupkan dirinya ke dalam sungai Yordan 7 kali. Seketika itu juga Naaman Sembuh dari penyakit kustanya. Kami percaya sebelum mengadakan perjalanan Profetik ini, terlebih dahulu semua peserta dimurnikan, disembuhkan, baru kemudian bisa mengadakan peperangan rohani dalam doa-doa selanjutnya.


Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Tabgha, Gereja Multiplikasi, di dekat Danau Galilea, dimana Tuhan Yesus mengadakan mujizat memberi makan 5000 orang laki-laki dari 5 roti dan 2 ikan. Begitu saya sampai di gereja ini, saya tiba-tiba menangis mengalami urapan Roh Kudus atasku. Saya terduduk di bangku dan berdoa. Kami hanya 10 menit di tempat ini, tapi saya merasakan hadirat Allah yang luar biasa. Di sana saya mendengar Tuhan berbicara bahwa sebenarnya Tuhan sangat siap untuk memberkati aku dan semua umatNya, tapi seringkali umatNya tidak siap dengan berkat Tuhan itu. Tuhan katakan, "Lihat mujizat ini, lihat mujizat yang Aku lakukan di sini." Saya bersyukur untuk tempat ini dan kemudian menabur titipan persembahan dari teman-teman dari Indonesia.
                            Bers. Pengurus Gereja Tabgha


Setelah itu, dengan terburu-buru kami masuk ke kapal, karena waktu hampir pukul 12.00 siang, saatnya keberangkatan kapal penyeberangan ke sisi danau Galilea yang lain untuk makan siang menikmati ikan Petrus. Nah, begitu tiba di atas kapal, saya menyadari bahwa kaki kanan saya sudah sembuh, karena dari tadi saya sudah tidak merasakan nyeri lagi di kaki kanan saya. Saya menyadari bahwa kesembuhan terjadi di sungai Yordan pada saat kami mengadakan pentahiran Naaman. Ketika itu saya merasakan gigitan-gigitan ikan-ikan kecil yang ada di sungai.Saya sangat bersyukur pada Tuhan Yesus yang sudah menyembuhkan saya. Mujizat terjadi. Haleluya. Lalu saya menyaksikan kesembuhan saya di atas kapal. Ternyata begitu saya selesai bersaksi, ada 2 teman saya berkata kepada saya bahwa mereka juga merasa terwakili dengan kesaksian saya, karena ternyata kaki mereka disembuhkan pada saat di sungai Yordan. Tuhan Yesusku luar biasa dahsyat...

                            Pengibaran bendera Indonesia bersama bendera Israel

To be continued....

JANGAN BEREAKSI BERLEBIHAN TERHADAP KESALAHAN

Jangan Bereaksi Berlebihan Terhadap Kesalahan

Oleh Rick Joyner, 28 Agustus 2012
Hampir setiap pribadi profetik yang saya tahu menyatakan bahwa tahun 2012 ini adalah "puncak segala yang baik maupun yang buruk." Saya pikir ini terbukti benar, namun saya pikir semua akan bertambah baik maupun bertambah buruk setiap tahunnya. Kita sedang memasuki masa paling menantang dalam sejarah dunia dan masa yang terbaik adalah terus berjalan bersama dengan Tuhan. Seperti yang telah saya katakan berulang kali bahwa kita hidup pada masa yang digambarkan dalam Yesaya 60.
Kita sedang memasuki masa-masa dimana kita harus menghadapi perkara-perkara akhir baik bagi bangsa Amerika maupun setiap bangsa lain di dunia. Di dalam Alkitab, ini disebut dengan "Lembah Penentuan." Setiap orang yang hidup pada masa ini harus melewati lembah ini, tetapi sekarang adalah waktu untuk memutuskan dalam hati kita keputusan yang akan kita ambil - bahwa kita tidak akan berkompromi demi kebenaran yang telah dipercayakan kepada kita dan kita tidak akan menyangkal dan menolak Tuhan yang telah membayar lunas keselamatan kita. Jika kita tetap percaya, kita tidak akan gagal dan kita dijanjikan untuk melihat kemuliaan-Nya.
Sebagaimana Tuhan katakan, barangsiapa mengasihi kepada yang paling hina, ia melakukannya juga untuk Tuhan. Itulah sebabnya, ketika saudara-saudari kita menjadi sasaran, kita perlu bangkit dan berdiri bagi mereka sebagaimana untuk Tuhan. Ketika kita melakukan hal ini, dunia bukan sekedar melihat bahwa Yesus dikirim oleh Bapa, namun Ia masih tinggal bersama dengan kita.
Ketika Iblis tahu bahwa ia tidak dapat menghentikan langkah seseorang, ia sering mendorong dari belakang hingga orang tersebut terjatuh. Target utamanya adalah mengalihkan umat-Nya dari Kristus, namun sekalipun mereka dapat melihat, ia tetap dapat menyebabkan kerusakan pada iman mereka jika ia menekan ke titik ekstrim. 
Sebuah parit ada di setiap sisi jalan kehidupan kita. Pada dasarnya, sisi yang satu menjunjung hukum dan aturan (legalisme) dan sisi lainnya adalah ketiadaan hukum (lawlessness). Jalan kehidupan ada di antara kedua ekstrim tersebut. Banyak di antara kita yang menghabiskan waktu hidupnya terombang-ambing di antara kedua parit tersebut karena kecenderungan kita bereaksi berlebihan terhadap kesalahan dan kegagalan. Beberapa reaksi memang wajar, namun intinya tidak bereaksi berlebihan supaya tidak jatuh ke dalam ekstrim yang berlawanan.
Tentu saja, kita juga memiliki masalah dalaam menantikan Tuhan. Ada begitu banyak "desakan" dalam firman-Nya untuk kita menantikan Dia, namun tidak ada satupun yang saya mengerti sebagai "terburu-buru." Terlalu banyak, terutama mereka yang begitu bergelora / bersemangat, sering kali terbakar dalam perkara ini. Kuncinya adalah tidak kehilangan api semangat dan menjadi ragu untuk terus melangkah. Alasan utama mengapa Yesus memberikan kepada Petrus kunci-kunci Kerajaan adalah pada kemampuannya berbuat kesalahan atau kegagalan yang besar namun setelah itu tetap bangkit dan bergerak maju.

"Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana." - Amsal 24:16, banyak yang percaya bahwa orang benar tidak akan jatuh namun Yakobus 3:2 berkata, "Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; ..." Kita semua akan berbuat banyak kesalahan, namun "yang benar" adalah tidak membiarkan kesalahan-kesalahan itu menjatuhkan / menghentikan kita. Sekalipun kegagalan-kegagalan kita mengecewakan-Nya, namun kita harus tetap bangkit untuk menyenangkan hati-Nya terus.

Ini bukan perkara bagaimana kita tidak berbuat kesalahan dan kegagalan, namun bagaimana kita terus bangkit. Tidak terjebak dengan ilusi dari hukum yang berlaku, maupun ketakutan untuk berbuat salah serta perasaan tertuduh, melainkan terus mengandalkan Tuhan dalam segala perkara. Yang terpenting adalah, "Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya." - Amsal 14:26. Jagalah untuk tetap seimbang di dalam Dia dan tidak terjebak di kedua ekstrim yang ada.
Terjemahan bebas dari: Don't Overreact to Mistakes

Rabu, 20 Juni 2012

APAKAH ENGKAU MENGASIHI AKU?

Pagi ini saya sangat rindu untuk menulis bahasan ini. Sebenarnya mata mulai mengantuk tetapi begitu menyentuh tuts keyboard, mata pun langsung melek. Yang menjadi perhatian saya hari-hari ini adalah tentang ucapan Tuhan Yesus kepada Petrus sebelum kenaikan Tuhan Yesus ke surga dalam kitab Yohanes 21:15-19.

21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku." 

Dalam Alkitab bahasa Indonesia, kata mengasihi dipakai untuk menggambarkan ungkapan Tuhan Yesus dan Petrus. Tetapi dalam bahasa aslinya yaitu bahasa Yunani, kata mengasihi yang dipakai adalah AGAPE dan PHILIA.

Dalam Teks ini  apabila diteliti  dalam  bahasa Indonesia sesuai dengan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) maka  Tuhan Yesus mengutarakan sebuah pertanyaan yang diulangi tiga kali dengan esensi pertanyaan yang tidak pernah berubah atau sama yaitu Simon anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku. Selanjutnya untuk menjawab pertanyaan Tuhan Yesus maka Simonpun menjawab dengan esensi jawaban  yang tidak pernah berubah  sebanyak tiga kali, jawabannya adalah Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau. Seakan-akan pertanyaan Tuhan Yesus sebanyak tiga kali dan jawaban Simon Petrus sebanyak tiga kali tidak memberikan arti yang berbeda. Akan Tetapi Jikalau pertanyaan  Tuhan Yesus dan Jawaban Simon Petrus  diteliti dari Bahasa aslinya ( Yunani) maka akan berbunyi:  Pertanyaan yang Pertama; "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi (Agape)  Aku?"  Maka Simon menjawab "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi (Philia)  Engkau."  Pertanyaan yang kedua; "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi (Agape)  Aku ?" Maka Simon menjawab "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi (Philia)  Engkau". Pertanyaan yang ketiga; Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi (Philia)  Aku?  Maka Simon menjawab "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi (Philia)  Engkau.

Kasih Agape adalah kasih yang rela berkorban, bahkan rela memberi segalanya bagi Tuhan tanpa syarat apapun. Sementara kasih Philia adalah kasih antar sesama, antar sahabat, yang mungkin disertai dengan kasih yang mengharap kembali. Ketika Yesus menanyakan pertanyaan itu kepada Petrus, Petrus sebenarnya tidak mau berjanji akan membalas kasih Yesus seperti kasih Yesus kepada Petrus. Hal ini mengakibatkan dia menjawab pertanyaan Yesus dengan menurunkan standard kasihnya dengan kata Philia, mengingat betapa seringnya Petrus gagal menepati janji-janjinya kepada Yesus. Dan hal yang paling menyakitkan Petrus sebenarnya ketika dia menyangkal Tuhan Yesus sampai 3 kali. Padahal sebelumnya dengan sangat mengotot Petrus berjanji tidak akan pernah sekalipun dalam pikirannya untuk mengkhianati Yesus. Tetapi pada kenyataannya Petrus mengingkari janjinya, dia ketakutan karena telah mengenal Yesus, bahkan takut hanya kepada anak-anak kecil dan perempuan-perempuan yang menanyakan dia tentang persahabatannya dengan Tuhan Yesus.

Saya seperti diingatkan bahwa betapa Tuhan Yesus sangat ingin memulihkan keadaan Petrus. Mengingat betapa pertemuan muka dengan muka bersama Yesus hanya dalam hitungan hari, ini saat terberat dalam hidup Petrus, yang akan segera berpisah dengan sahabatnya. Dia telah memahami keadaan Yesus. Segala yang pernah diucapkan Yesus satu-persatu mulai digenapi. Dan perpisahan ini sudah pernah diungkapkan Yesus sebelumnya. Maka ketika Yesus menanyakan pertayaan yang sama untuk ketiga kalinya, dengan menurunkan standard kasihNYA menjadi Philia, saya menduga Petrus sudah tidak tahan lagi, dia sangat sedih dan sambil menangis berkata, "Tuhan Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau."Petrus sampai saat itu hanya bisa berjanji mengasihi Yesus sebagai sahabatnya, yang meskipun dia tahu bahwa Yesus mengasihinya dengan kasih Agape...

Dan Petrus pun sepanjang hidupnya melayani domba-domba yang dipercayakan kepadanya dengan mengingat janji kasihnya kepada Tuhan Yesus. Dia melayani dan menggembalakan dengan setia. Pada saat pencurahan Roh Kudus di hari Pentakosta di Yerusalem itu, Petrus lah yang paling berani diantara semua murid dan dia juga yang membabtis 3000 jiwa petobat baru di Yerusalem. Oh sungguh dahsyat. Bagaimana Petrus diubahkan dari seorang pendosa, penghianat, penakut, pembual menjadi seorang yang pemberani, pejuang Injil dan penyemangat sesamanya, bahkan pembuat banyak mujizat. Diakhir hidupnya, sepertinya Petrus mau membuktikan bahwa diapun sanggup membalas kasih Yesus dengan kasih Agape. Ketika dia akan dihukum mati, saat dia ditanyakan bagaimana dia akan dihukum mati? Dia pun meminta supaya disalib seperti Tuhan Yesus mati disalib, tetapi dengan posisi terbalik. Kaki di atas dan kepala di bawah. Ahhh...

Apakah saya mampu membalas cintaMu Tuhan Yesus dengan kasih Philia bahkan dengan kasih Agape??
Saya mau berjanji mengasihiMu Tuhan Yesus dengan apa yang ada padaku, dengan kasih yang tetap membara di dadaku,,.dengan pertolonganMu Allah Roh Kudus. 

AMIN

Be Blessed,

Rentiana Manurung

Jumat, 08 Juni 2012

MENYENANGKANMU, ITU KERINDUANKU

Dalam proses belajar mengikut Yesus, dan belajar menyenangkan hatiNYA, hari-hari terakhir ini merupakan saat-saat terindah. Berikut ini saya rindu bertutur akan apa yang saya alami. Pada awalnya saya mengikuti seminar yang diadakan oleh BPD Banten yang mengundang hamba Tuhan DR. Maqdalene Kawotjo. Kemudian saya mendapatkan kegairahan untuk berdoa bagi bangsa kita Indonesia. Dan kerinduan  lebih lagi untuk menjadi penyembah Tuhan. Selanjutnya saya juga tiba-tiba mendapatkan buku kecil tentang kesaksian John Mulinde yang menyaksikan pertobatan seorang anak buah Lucifer, dimana dibukakan tentang campur tangan roh-roh jahat dalam setiap aktivitas doa kita. Dalam buku itu kita disuruh untuk berdoa dan menyembah tanpa gangguan. Karena saya merasa diberkati saya kemudian membagikan buku kecil itu ke 100 orang.

Akhirnya saya berketetapan hati untuk mengambil jam-jam doa saya mulai jam 3 atau jam 3.30 pagi di saat semua orang masih tertidur. Saya merasa harus ada korban yang saya bayar untuk mendapatkan persekutuan yang indah dengan Tuhan. Awalnya saya ambil waktu itu memang untuk melihat doa-doa saya segera dijawab Tuhan. Tetapi ternyata Tuhan bermaksud lain. Saya kadang hanya disuruh untuk menyembah, berbahasa Roh, atau membaca Alkitab berurutan menyelesaikan kitab demi kitab. Dari saat-saat seperti itu Tuhan banyak berbicara kepada saya. Padahal saya sudah menuliskan pokok-pokok doa. Pokok-pokok doa itu juga sebenarnya sebagian saya dapatkan dari WPA(World Prayer Assembly) pada tgl 14-18 Mei 2012. Pokok doa sebulan dari buku Dick Eastman, pokok doa sebulan untuk mendoakan suku-suku Indonesia yang belum terjangkau Injil dan pokok-pokok doa untuk Yerusalem, serta daftar pokok-pokok doa saya sendiri. Kadang pokok-pokok doa yang saya tuliskan cukup saya tumpang tangan dan mendoakannya secara cepat. Karena saya biasanya dibawa ke dalam penyembahan yang lebih dalam lagi.

Satu kali dalam doa-doa saya itu, saya berbahasa Roh dengan kuat. Tiba-tiba saya kaget mendengar suara jeritan kesakitan yang panjang, yang sangat mengerikan. Saya sampai melihat ke belakang ada apa di belakang saya, sambil merinding tentunya. Sayapun berbahasa Roh makin kencang dengan gitar saya. Tiba-tiba Tuhan bukakan Mazmur 149:1-9.

149:1. Haleluya! Nyanyikanlah bagi TUHAN nyanyian baru! Pujilah Dia dalam jemaah orang-orang saleh.
149:2 Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka!
149:3 Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!
149:4 Sebab TUHAN berkenan kepada umat-Nya, Ia memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan.
149:5 Biarlah orang-orang saleh beria-ria dalam kemuliaan, biarlah mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka!
149:6. Biarlah pujian pengagungan Allah ada dalam kerongkongan mereka, dan pedang bermata dua di tangan mereka,
149:7 untuk melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa,
149:8 untuk membelenggu raja-raja mereka dengan rantai, dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi,
149:9 untuk melaksanakan terhadap mereka hukuman seperti yang tertulis. Itulah semarak bagi semua orang yang dikasihi-Nya. Haleluya!

Jadi ketika kita berdoa, khususnya berdoa dalam Roh, memuji dan menyembah Tuhan yang tanpa gangguan itu, dan dengan pedang Roh yaitu Firman Tuhan di mulut kita, serta dengan konsentrasi sepenuhnya kepada kehadiran Allah, maka yang terjadi adalah kita sedang menyiksa penguasa-penguasa di udara, yang berkuasa atas jiwa-jiwa, suku-suku bangsa, juga membelenggu dan merantai roh-roh jahat. Haleluya. Selanjutnya nanti kita akan melihat ada orang-orang yang dilepaskan dari ikatan kuasa kegelapan, yang disembuhkan dari sakit, atau tiba-tiba ada pertobatan jiwa-jiwa. Sungguh luar biasa. Keluarga-keluarga akan dipulihkan. Anak-anak, para ayah dan ibu-ibu akan menjadi penyembah-penyembah Allah.

Selanjutnya saya juga berketetapan hati untuk membatasi tontonan saya. Beberapa waktu yang lalu saya bersama beberapa teman saya di persekutuan berpuasa menonton TV selama 1 minggu. Selanjutnya saya menjadi terbiasa untuk tidak menonton televisi. Jika ada yang menyetel TVpun saya hanya melihat sambil lalu saja. Akhirnya hidup saya berubah. Saya makin intim dengan Tuhan. Saya bahkan sedih melihat orang-orang yang senang menonton TV yang menghabiskan waktunya dengan menonton sinetron atau apa sajalah. Juga dengan orang-orang yang bermain game saja. Katanya itu hiburan. Padahal kita tau penghiburan kita yang utama adalah Yesus Kristus. Tidak akan pernah kita temukan penghibur lain di luar Roh Kudus. Jika kita bisa menonton atau bermain game  2-4 jam sehari, mengapa kita tidak bisa berdoa atau membaca Alkitab selama itu? Tentu ada yang salah. Itu artinya iblis yang jadi musuh kita, sedang mengikat kita dengan hal-hal yang duniawi. Salah satu kesaksian seorang pelukis Korea yang saya baca, yang pernah dibawa ke neraka mengatakan, orang yang menonton TV sekuler, roh iblis sedang mengambil pikiran mereka. Jadi pikirannya hanya tertuju kepada hal-hal yang duniawi saja, sehingga akan sulit untuk fokus kepada Tuhan dan kerajaanNya.

Beberapa hal lain adalah tentang pembukaan kitab Kidung Agung. Pada suatu pagi saat saya hampir menutup doa pagi, tiba-tiba saya mendengar suara: CINTA KUAT SEPERTI MAUT. Segera saya membaca kitab Kidung Agung, karena saya tau kata-kata itu ada di dalam kitab itu. Tiba-tiba pikiran saya mulai terbuka, bahwa kisah itu adalah cerita tentang Tuhan kita Yesus Kristus dengan kita sebagai mempelaiNya. Khususnya saya katakan, ini kisah cinta saya dan Engkau, Tuhan Yesus. Saya seperti sedang bersahut-sahutan dengan Tuhan saat saya membaca kitab itu. Kitab yang selama ini kita hindari ternyata menyimpan suatu kedalaman hubungan. Sampai Tuhan katakan Cintaku kuat kepadamu, kepada semua mempelaiKU, sampai aku rela mati bagi orang-orang yang Kukasihi..Aku menjadi tidak tahan, saya menangis dengan kuat lagi. Bagaimana saya harus membalas cintaMu Tuhan? Saya semakin menangis mengingat Kisah-kisah para Rasul seperti Paulus, yang karena cintanya, akhirnya sampai mati dalam penjara karena Kristus. Saya katakan saya gak bisa seperti itu, Tuhan.

Dalam hal memberitakan Injil Tuhan juga menegor saya. Saya pun teringat, bahwa sering ada keinginan untuk memberitakan Injil, tetapi jarang sekali bisa menyelesaikannya. Boro-boro bilang Ye, mau bilang Aa saja sudah merasa tersendat. Akhirnya saya dipertemukan dengan Pak budi dan Hanny yang punya Alkitab The Gideons, yang berisi kitab-kitab Perjanjian Baru, Amsal dan Mazmur. Saya minta 100 buku. Jadi setiap kali saya keluar pasti ada Alkitab itu untuk saya bagikan kepada orang yang belum percaya, dimana Tuhan menggerakkan hati saya untuk membagikannya. Tetapi saya juga ber-argumen dengan Tuhan, bahwa saya sudah membicarakan Injil dengan jemaat, dengan anggota Cool, dengan teman-teman dan lain-lain. Ternyata bagi Tuhan itu tidak cukup. Kita harus berani untuk memberitakan Injil lebih lagi. Seperti yang saya baca dari kesaksian pelukis Korea itu, ternyata bagian orang-orang yang tidak memberitakan Injil adalah neraka. Di sana leher mereka diikat iblis, lalu tangan kaki mereka ditebas/diputus. Aduh sungguh mengerikan sekali. Maka kenapa setiap kali saya memakai selengkap senjata Allah, dalam hal berkasutkan kerelaaan memberitakan Injil selalu saya merasa kurang maksimal. Tapi kemudian itulah yang memotivasi saya untuk semakin giat memberitakan Injil. Saya juga bersyukur ada sarana-sarana teknologi, internet seperti HP, Facebook, BB, Blogger saya, untuk dipakai memberitakan Injil, dengan tulisan-tulisan, status-status yang memberkati semua pembaca dengan terang Injil. Kita sedang rebut-rebutan dengan iblis dalam hal jiwa-jiwa. Jangan mau kalah.

AMIN.

TUHAN YESUS MEMBERKATI.




Jumat, 25 Mei 2012

MY FIRST LOVE IS JESUS

MY FIRST LOVE IS JESUS

My first love is Jesus
You're the One I adore
My first love is My Savior
You're The One that I'm living for
My first joy is Jesus
You're the strength of my life
My first joy is My Master
You hold the keys to my life

Reff:
Jesus, Lord Jesus
Lord Jesus You're my first love
How I love You
Jesus, Lord Jesus
Lord Jesus You're my first love
How I love You
Oh, how I love You, Lord

Pagi ini bingung mau nyanyi lagu apa buat Tuhan. Cuman aku lagi mikir lagu apa ya, yang spesial buat saat yang spesial seperti ini? Tiba-tiba keluar lagu di atas, yang sudah bertahun-tahun lamanya gak pernah kunyanyiin.
Duh...khan nangis lagi...
Lord Jesus You're my first love...

Jadi teringat saat aku jatuh cinta pertama kali sama Tuhan Yesus. Rasanya duniaku berubah 180 derajat...Yang ada hanya Alkitab di tanganku di setiap kesempatan. Kerjaan apa aja yang kulakukan pasti aku sambil nyanyi buat Tuhan. Setiap kali ada ibadah, mau ibadah FA pada waktu itu, atau ibadah kunjungan ke rumah-rumah anggota FA, atau mendoakan teman-teman yang bermasalah, SOM dan pertemuan apapun di gereja selalu aku yang paling rajin hadir...Kotbah apa aja atau pelajaran apa aja yang kudapat saat itu segera aku catat ulang lengkap dengan ayat-ayat Alkitabnya. Hmm...Jadi inget juga waktu itu aku lagi hamil anakku Stefan, punya baju hamil kayak daster...warna ijo/biru batik,,,kalau diinget-inget sekarang jadi geli sendiri. Soalnya baru nyadar setiap kali mau pergi selalu pake baju itu...sampai dikoment temen-temen pada waktu itu..Haddehh..bener-bener gak merhatiin penampilan deh kayaknya waktu itu..Dan lebih seru lagi saat hamil 7 bulan, aku ikutan juga doa keliling di Gelora Bung Karno, Jakarta,  menjelang Natal 1996...Ya, Jatuh cintaku pertama kali adalah di tahun 1996.

Sekarang tahun 2012, 16 tahun sudah berlalu. Aku tidak hentinya mensyukuri panggilan Tuhan dalam hidupku. PemeliharaanNYA sampai hari ini bahkan hari-hari bahagia yang kulalui sampai hari ini ketika aku memutuskan mengasihi Tuhan dengan segenap hatiku. Betapa bahagianya hidupku dalam limpahan kasih sayang orang-orang yang mengasihiku, terlebih betapa sayangnya Tuhan sama aku...what a beautiful life...

Hari-hari ini aku menyadari cinta mula-mula itu berkobar-kobar dalam hatiku. Semangat banget tuk selesaikan pembacaan Alkitabku sebelum berakhir tahun ini..semangat banget melayani orang-orang. Dan betapa hancurnya hatiku jika melihat kemalangan orang-orang. Betapa sedihnya melihat orang-orang yang masih hidup dalam dosa. Ditambah lagi cinta akan Indonesia bertambah-tambah dalam hatiku. Betapa rindunya aku melihat bangsaku dipulihkan dan diselamatkan.

Seperti biasa Tuhan beritahu padaku FirmanNYA di Wahyu 2:1-7, terutama ayat  4-5:

"Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula. Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat."

Yang Tuhan ingatkan adalah apapun yang kita lakukan yang sepertinya sudah maksimal, sudah habis-habisan dengan Tuhan, sudah all out sama Tuhan, tetapi jika gak punya kasih mula-mula pada Tuhan Yesus, tetap Tuhan mencela kita. Masih ada kesempatan, mumpung Tuhan belum mengambil kaki dianNYA dari kita, perbaiki keintiman kita dengan Tuhan dulu ya, Friends...

Jesus Loves you...and...I love you.

Kamis, 24 Mei 2012

CINTA KUAT SEPERTI MAUT

Pagi ini setelah selesai doa di pagi, subuh itu, aku mendengar perkataan ini "cinta kuat seperti maut". Setelah mengambil waktu saat teduh 1 jam mata terasa mengantuk. Melihat masih ada waktu, aku bermaksud untuk tidur sebentar lagi sebelum beraktivitas. Tetapi mendengar perkataan tersebut mataku langsung melek dan aku merasa getaran di dadaku. Apakah Tuhan sedang berbicara kepadaku? Lalu pikiranku segera ke Kitab Kidung Agung, karena aku tau kata-kata tersebut ada di dalam kitab itu, tetapi tidak pasti di ayat berapa. Saya mulai membaca Kidung Agung mulai pasal pertama, terkadang aku menyanyikannya, terkadang membaca seperti membaca puisi, dan terkadang air mataku berlinang bahkan kadang suaraku keluar dengan tersendat. Sementara membaca aku merasakan bahwa aku sedang bersahut-sahutan dengan Tuhan Yesus sendiri. Aku katakan pada Yesus "Ini kisah cinta kita Tuhan..."


Ketika akhirnya aku menemukan perkataan itu di Kidung 8:6 

 "Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!"


Akupun memejamkan mata merasakan kasih Bapa tercurah atasku. Aku menangis, ketika merasakan betapa Tuhan Yesus sangat mengasihi aku, bahkan sampai mati di kayu salib, bagiku...bahkan sampai rela maut merenggutNYA supaya aku bisa bersatu dengan DIA. Kembali kuulang kata-kata tersebut...CINTA KUAT SEPERTI MAUT...

Apakah aku bisa membalas cintaMU? Aku merasa tidak yakin."Apakah aku mampu Tuhan Yesus? Bahkan sampai ke dalam maut sekalipun??" Aku tambah kuat menangis. Teringat akan pembacaan Kitab Kisah Para Rasul yang aku selesaikan kemarin sore. Ingat akan pengorbanan Paulus dalam perjuangannya memberitakan Injil, yang pada waktu membacanya kemarin sesekali aku juga meneteskan air mata. "Aku gak mungkin bisa seperti hamba-hambaMU yang lain Tuhan, yang mati-matian bekerja untuk Tuhan. Tapi aku janji akan menjaga cinta yang membakarku ini setiap hari, mengasihi Engkau dengan segenap akal budi, dan dengan segenap kekuatanku. Tolong aku membuktikan cintaku  padaMU, Yesus," seruku dalam doaku.





Selasa, 22 Mei 2012

BERPERANG SETIAP HARI


Mulai hari Sabtu, 5 Mei 2012 saya memulai doa pagi yang tidak sekedar saat teduh biasa. Saya memasang alarm di handphone saya pada jam 3 pagi. Selama 5 hari berturut-turut saya bisa bangun  pada jam 3 pagi. Dan saya merasakan hadirat Allah yang sangat kuat ketika saya mulai membayar harga untuk bangun lebih pagi. Bahkan di hari pertama ketika saya memutuskan untuk berdoa lebih pagi, Tuhan segera menjawab 2 hal yang saya doakan pada hari itu juga.

Demikian keesokan harinya Tuhan masih membuat saya tercengang-cengang dengan jawaban doa yang luar biasa serta konfirmasi Tuhan untuk hal-hal tertentu yang saya doakan. Akibatnya saya makin bersemangat untuk terus bangun pagi-pagi sekali. 1 jam atau 2 jam saya betah berlama-lama dalam hadirat Tuhan. Terkadang sampai 3 jam, tetapi yang 3 jam ini perkecualian, sebab ternyata 1,5 jam terakhir saya kedapatan tertelungkup di atas Alkitab saya, karena anak saya Daniel menemukanku jatuh tertidur jam 6 paginya (^_^),,hehehe...Kemudian badan saya mulai tidak enak. Rasanya badan mulai terasa lesu setelah beberapa hari bangun kepagian. Akhirnya saya memundurkan alarm saya menjadi 3.30 atau 4.00 atau bahkan 4.30.

Yang hendak saya tekankan kali ini adalah bagaimana membuat sebuah doa yang penuh dengan kuasa. Saya sudah melihat beberapa doa saya dijawab Tuhan, ketika saya mau ambil komitmen untuk tekun berdoa. Bahkan Tuhan adakan pemulihan antara saya dengan suami lebih lagi. Saya baru membaca sebuah buku kesaksian (diceritakan oleh John Mulinde), berisi kesaksian seorang yang sejak dalam kandungan sudah dipersembahkan kepada Lucifer. Yang tugasnya adalah memecah-belah gereja, menyantet orang, membunuh anak-anak Tuhan dll. Pada akhirnya dia bertobat karena dia kalah di hadapan seorang hamba Tuhan di sebuah gereja, yang rencananya akan dia pecah-belah. (Jika ingin mendapatkan buku tersebut, hubungi saya)

Dia bercerita tentang bagaimana dia bersama agen-agen roh jahat bekerja siang malam bergiliran dengan yang lain menguasai setiap orang di bumi. Apabila mereka selesai bertugas mereka akan menyegarkan rohnya dengan pengorbanan dan persembahan di tempat-tempat pemujaan. Berupa praktek-praktek okultisme, pengorbanan darah, aborsi, perang, perzinahan, penyimpangan seksual, dll. Ketika seorang Kristen berdoa, mereka (roh jahat dan agen-agennya) juga bekerja menghalangi doa-doa tersebut. Sebenarnya Tuhan sudah sediakan jawaban atas setiap doa-doa bagi orang yang berdoa tersebut, tetapi karena dihalangi oleh si jahat, maka jawaban doa tersebut kemudian dicuri oleh si jahat dan diberikan kepada para penyembah-penyembah iblis dan roh jahat. Harta benda, kekayaan, kepintaran, kesembuhan, organ-organ tubuh yang baru, bahkan anak dan kebahagiaan semua dicuri oleh si iblis.

Yoh 10:10 Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan

Ada 3 jenis doa orang percaya yang dipelajari oleh roh-roh jahat tersebut.

 1. Doa yang terlihat seperti asap, melayang di udara lalu menghilang. Doa ini adalah doa orang yang mempunyai dosa dalam hidupnya namun tidak mau membereskan dosanya di hadapan Tuhan.
Doa mereka sangat lemah., bagaikan asap yang melayang dan hilang di udara.
2. Tipe doa yang kedua seperti asap juga, tetapi asap yang naik ke atas terhalang oleh awan gelap seperti batu karang dan tidak dapat menerobos nya. Ini adalah tipe doa yang dinaikkan oleh orang yang sudah menguduskan dirinya tetapi sering kurang iman dengan apa yang didoakannya. Akhirnya mereka kembali bertindak dengan mengandalkan kekuatannya dan jalan-jalan mereka sendiri. 
3. yang terakhir adalah doa yang bagaikan asap api apabila naik ke udara akan sangat panas ke sekelilingnya, sehingga dapat membuat awan batu karang tersebut meleleh seperti lilin. Dan doa itu mencapai tujuannya. 

Doa yang seperti inilah yang sangat ditakuti oleh si iblis. Roh jahat berusaha membuat doa supaya tidak mencapai tahap yang ketiga ini.  Dia akan mengalihkan perhatian orang yang sedang berdoa supaya tidak fokus. Dengan cara membuat telefon atau HP berbunyi, rasa lapar atau mengantuk. Cara lain lagi yaitu dengan menimbulkan rasa sakit di badan atau rasa gatal sehingga kita fokus dengan badan kita, dan lain-lain lagi. Apabila menjadi terganggu, orang tersebut akan mulai dari awal lagi doanya. Tetapi apabila doa kita tetap fokus, akan menimbulkan panas yang luar biasa, iblis pun akan lari terbirit-birit dan doa kita pun mendapatkan jawabannya, malaikat segera mengirimkan jawaban doa tersebut.

Saya pun berusaha mempraktekkan hal tersebut. Banyak hal yang Tuhan singkapkan sementara saya berdoa. Pada awalnya memang ingin melihat jawaban-jawaban doa saya dijawab. tetapi ternyata Tuhan membawa saya lebih dalam lagi. Saya akan mulai dengan memakai selengkap senjata Allah, lalu menyembah Tuhan. Saat menyembah Tuhan adalah saat yang terindah, dimana Tuhan akan mengungkapkan hal-hal yang tidak pernah kuketahui sebelumnya. Adakalanya Tuhan Tuhan menegor kesalahan saya. Tapi ada kalanya Tuhan menyuruh saya mengurapinya dengan airmata. Tetapi terkadang hanya merasakan cinta yang sangat dalam kepada Tuhan. Itu tidak bisa saya dapatkan di jam-jam doa yang sibuk, atau yang hanya beberapa menit.

Setelah saya merasa doa-doa saya dijawab, sebenarnya iblis tidak tinggal diam. Dia masih berusaha mencobai dengan menyerang bagian-bagian yang paling rawan dalam hidup saya. Sepanjang hari itu iblis akan berusaha membuat kita  marah, kecewa, sakit hati, tidak sabar. Bagi orang yang cenderung jatuh dalam dosa perzinahan dengan segala cara dia akan membuat kita jatuh. Maka kenali diri kita, dosa apa yang cenderung kita lakukan berulang-ulang. Minta Roh Kudus supaya menolong kita supaya kita tidak jatuh dalam lubang yang sama. Minta penguasaan diri dalam segala hal. Penuh dengan buah-buah roh. Hidup ini memang peperangan. Kita harus merebut apa yang menjadi hak kita dari si iblis. Seperti sebagian besar Alkitab bercerita tentang peperangan, khususnya dalam Perjanjian Lama, kita juga harus terus berperang melawan roh-roh jahat yang tidak kelihatan tetapi yang sangat nyata manifestasinya. Jangan lupa pakailah selengkap senjata Allah dalam berperang seperti dalam Efesus 6:10-18, dan dengan doa yang tidak putus-putusnya.

Sampai saat ini saya juga masih berusaha untuk tetap kuat dan bertahan. Saya berdoa supaya kita semua mencapai destiny kita dengan membayar harga dan pengorbanan. Roh Kudus meneguhkan kita semua. Semua teman-teman seiman harus saling mendoakan dan saling mengingatkan. Karena kita tidak bisa berperang sendirian. Satu-sama lain harus saling memerisai yang lain.

Be blessed,

Rentiana Manurung